Sabtu, 01 Desember 2007

Tanda-Tanda Kebesaran Allah

Ini adanya di Jerman...




Haji bersama UJE-Ustadz Jefri


Labbaik Allahumma labbaik... Alhamdulillaah kami telah Engkau beri kesempatan menunakan rukun Islam yang ke-5. Sungguh bersyukur dan terharu ternyata Engkau sangat sayang kepada kami ya Allah, cita-cita kami telah Engkau penuhi.
Pada saat berangkat haji ini (2005), terpaksa mami (panggilan untuk istri) gak bisa mendampingi, karena rupanya mami sedang mengandung Nabila, si kecil yang bercita-cita jadi SpOG dan sekarang sdh berumur 2 1/2 tahun. Jadi pada saat terakhir terpaksa dicancel keberangkatannya... kan orang hamil gak boleh divaksinasi meningitis, padahal meningitis itu 'wajib' bagi calhaj. Jadi nggak berani ngambil resiko deh... lagian mami kan sdh pernah ke sana.
Sekarang Ustadz Jefri Al Bukhori sudah terkenal, bersama dengan teman2 alumni hajiku bikin Uje Center di bilangan Fatmawati Jaksel. Jadi bagi anda yang ingin pergi haji atau umrah bersama beliau bisa daftar di sini.

Jumat, 23 November 2007

Menghitung Perkiraan Biaya Pendidikan

Sebentar lagi kesibukan ortu akan datang, baik sibuk mondar-mandir cari sekolah yang bagus, maupun sibuk menyiapkan dana buat anak sekolah (bagi yang punya tabungan gede plus tajir... forget it..he..he).
Nah bagi yang anda yg punya anak kecil sekitar 3th, kudu nyiapin fulus nih, agar terhindar pinjam sana-sini, jual barang, atau menggadaikan sesuatu pada saatnya tiba..

Berikut kutipan dari Safir Senduk
Ketika beberapa hari lalu saya berbicara di sebuah seminar di Surabaya, saya kaget ketika seorang peserta seminar bercerita tentang mahalnya biaya masuk kuliah dari sebuah perguruan tinggi di Surabaya. Jumlahnya tidak usah saya ceritakan berapa, tapi yang jelas sangat mahal. Padahal, itu baru uang masuknya doang.
Hal ini membuat saya semakin yakin bahwa yang namanya Biaya Pendidikan harus dipersiapkan sejak sekarang. Betul, memang tidak semua Biaya Pendidikan itu mahal. Bervariasinya bentuk sekolah, terutama sekolah yang jenjangnya sudah cukup tinggi seperti Sekolah Tinggi, Akademi atau Universitas, membuat tidak semua standar biaya bisa sama. Jangankan pendidikan tinggi, jenjang sekolah yang lebih rendah seperti SD, SMP dan SMU saja bisa bervariasi biayanya satu sama lain. Itulah karenanya beberapa di antara Anda ada yang merasa mampu untuk membayar biaya pada Sekolah A, tetapi tidak mampu untuk membayar biaya pada Sekolah B yang harganya lebih mahal.
Namun demikian, perlu diketahui bahwa bukan berarti Sekolah A yang biayanya dinilai murah tersebut akan tetap sama murahnya pada tahun-tahun mendatang. Ini karena yang namanya Biaya Pendidikan pasti akan naik terus dari tahun ke tahun. Jadi, kalaupun sekarang ada sekolah yang biaya pendidikannya dirasa tidak mahal, tetapi karena biaya tersebut naik terus tiap tahun, jatuh-jatuhnya pasti mahal.
Saya beri contoh sederhana saja: anggap saja sekarang anak Anda berusia 3 tahun. Pertanyaannya gampang, kalau sekarang Uang Pangkal SMU adalah Rp 4 juta, dan usia rata-rata seseorang masuk SMU adalah ketika pada usia 15 tahun, apakah nantinya Anda akan membayar jumlah yang sama ketika nantinya anak Anda masuk SMU sekitar 12 tahun lagi?
Pasti beda, karena nantinya Biaya Pendidikan tersebut pasti akan jauh lebih mahal.
CARA MENGHITUNG
Lalu, bagaimana cara Anda bisa menghitung dan memperkirakan jumlah Biaya Pendidikan anak Anda kelak kalau biaya pendidikan selalu naik dari tahun ke tahun? Kan, Anda tidak tahu berapa persen jumlah kenaikannya setiap tahun?
Betul. Kita memang tidak bisa memperkirakan dengan pasti berapa jumlah Biaya Pendidikan anak kita kelak. Yang bisa kita lakukan adalah dengan menggunakan asumsi tertentu, dan berharap supaya pengandaian tersebut tidak meleset. Sebagai contoh, kita bisa menggunakan asumsi bahwa setiap tahun Biaya Pendidikan akan selalu naik sebesar 10 persen setiap tahun. Rata-rata.
Dengan demikian, kalau misalnya Uang Pangkal masuk SMU pada saat ini adalah Rp 4 juta, tahun depan bisa diperkirakan bahwa Uang Pangkal tersebut akan menjadi Rp 4.400.000,-. Darimana angka itu didapat? Gampang: Rp 4 juta + (10% x Rp 4 juta) TINGGAL DIKALIKAN
Sebetulnya, selain cara di atas, Anda juga bisa memakai rumus: Rp 4 juta X 1,1.
Lho, kok 1,1? Dapat dari mana itu? Oh, itu sih cuma matematika sederhana. 1,1 kan sama dengan 10% di atasnya 100%. Jadi, 1,1 itu adalah bentuk desimal agar Anda lebih cepat dalam melakukan perkalian memperkirakan jumlah Biaya Pendidikan.
Tapi kalau Anda mau pakai pengandaian kenaikan Biaya Pendidikan 20% per tahun, maka Anda bisa menggunakan bentuk desimal 1,2. Kalau asumsi kenaikan Biaya Pendidikannya adalah 30% per tahun, gunakan bentuk desimal 1,3. Begitu seterusnya.
Nah, kembali ke contoh kenaikan 10% dalam satu tahun, maka apabila tahun ini Uang Pangkal masuk SMU adalah Rp 4 juta, maka tahun depan angka tersebut diperkirakan menjadi: Rp 4 juta x 1,1 = Rp 4.400.000.
Itu untuk tahun depan. Kalau untuk dua tahun ke depan bagaimana? Anda bisa melakukan perkalian tersebut diatas dengan cara mengulangnya sampai dua kali, seperti ini: Rp 4 juta x 1,1 X 1,1
Kalau untuk lima tahun ke depan bagaimana?
Ulang perkalian tersebut sampai lima kali, seperti ini: Rp 4 juta x 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1. Kalau untuk 12 tahun ke depan? Ulang sampai duabelas kali. Begitu seterusnya.
Memang, yang namanya perkiraan Biaya Pendidikan seringkali tidak bisa dihitung dengan cara yang sesederhana itu. Tapi melakukan perkiraan jelas masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Dengan adanya angka perkiraan seperti yang sudah Anda pelajari di atas tadi, maka Anda bisa lebih mudah dalam melakukan persiapan. Ibarat Anda sedang bepergian, Anda tahu dengan pasti ke mana arah yang sedang Anda tuju.
Jadi, kalau Anda ingin mempersiapkan dana pendidikan untuk anak Anda, hal yang paling penting adalah dengan melakukan perhitungan tentang berapa perkiraan jumlah Biaya Pendidikan anak Anda kelak. Dengan demikian, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengatur strategi agar siap bila tiba saatnya nanti:-)

Sabtu, 11 Agustus 2007

Coba terjun ke politik - jadi Team Sukses

Sebenarnya... dari dulu minat politik gue tinggi sekali, pernah coba mau ngambil jurusan HI di UI dan ikut test AKABRI, cuma karena sikon... Rezim Orba yang otoriter... keinginan ini terpendam begitu saja, apalagi dulu gue gawe di BUMN.

Berpolitik bagi gue ini merupakan panggilan jiwa... melihat bangsa ini terpuruk, asset negara banyak dikuasai asing, pendidikan makin mahal, biaya kesehatan tidak terjangkau masyarakat umum, pengangguran di sekitar kita, narkoba, sex bebas, termarjinalkannya Ummat, dekadensi moral, kemiskinan,etc yang jangankan untuk memberi solusi, mengurainya saja... sudah pusing duluan.

Bangsa ini butuh banyak orang pintar yang jujur, bermoral, berani, ikhlas, mumpuni, peduli pada bangsa dan ummat, tidak takut tekanan IMF, Bank Dunia, AS dan sekutu2nya. Susah banget kayaknya muncul pemimpin seperti ini, tapi gue yakin itu ada dari 250 jt penduduk Indonesia.

Terus terang gue sangat hormat macam orang kayak Hidayat Nurwahid, Anas Urbaningrum, Baharudin Lopa (alm), Amien Rais, BJ Habibie, Rudini (alm), Mahatir Muhammad, Ahmadinedjad. Mereka walaupun kontorversi dan banyak digoyang berusaha keras untuk bangsanya tanpa neko2 (sepanjang track record yang gue dapat).

Begitu juga Pak Adang Daradjatun (calon DKI-1), bersama Dani Anwar (calon DKI-2) punya komitment kuat untuk membangun Jakarta yang berpihak kepada masyarakat, yang bebas KKN, membebaskan biaya pendidikan sampai SMA, memberikan berobat gratis bagi orang tak mampu, sembako yang terjangkau, serius menolak perjudian, miras, narkoba (begitu sebagian program yang disampaikan saat kampanye). Semoga janji ini bukan sekedar pemanis kampanye, terpilih atau tidak terpilih orang2 ini tetap harus membangun Jakarta sesuai porsinya.

Peran gue apa ya..? peran gue Juli-Agt kemarin, berusaha mensosialisasikan program2 Pak Adang, agar didukung masyarakat. Anda dukung juga ya..:-) sudah saatnya kita peduli dan mendukung orang2 yang baik untuk memimpin negeri ini. Soal kalah- menang bukan urusan kita, yang penting niat baik dan usaha kita... sudah dicatat di atas sana.

Ya Allah, hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan memohon pertolongan...